Admin Web

Hikmah Sholat Lima waktu

Hikmah Sholat Lima Waktu

Shalat merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang melebihi segala-galanya. Memberikan ketentraman dan mendamaikan serta menjadikan seseorang merasakan kenikmatan hakiki yang tidak akan ia dapati selain dari padanya. Shalat wajib adalah salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim yang telah baligh dan berakal. Shalat wajib terdiri dari shalat lima waktu dan shalat Jumat bagi laki-laki. Shalat wajib bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi juga memiliki banyak hikmah atau keutamaan yang dapat dirasakan oleh pelakunya di dunia dan akhirat.

Hikmah shalat wajib dapat dilihat dari berbagai aspek, baik aspek spiritual, psikologis, sosial, maupun fisik. Berikut adalah beberapa hikmah shalat wajib yang dapat kita ketahui:

  1. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ketakwaan adalah sikap hati yang selalu taat dan patuh kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan melaksanakan shalat wajib secara rutin dan khusyuk, kita akan semakin menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, serta kehinaan dan kelemahan diri kita sebagai makhluk-Nya. Hal ini akan membuat kita lebih takut kepada Allah SWT daripada kepada selain-Nya, dan lebih mengharapkan rahmat dan ridha-Nya daripada pujian dan sanjungan manusia.

  1. Memberikan ketenangan dalam diri baik lahir maupun batin.

Shalat wajib adalah sarana untuk berkomunikasi dengan Allah SWT, sang Pencipta dan Pengatur segala sesuatu. Dengan shalat wajib, kita dapat mengadukan segala persoalan dan kesulitan yang kita hadapi kepada Allah SWT, serta memohon pertolongan dan petunjuk-Nya. Dengan demikian, kita akan merasa lebih tenang dan yakin bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan kita sendirian dalam menghadapi ujian hidup12. Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Ra’d ayat 28: Yang artinya:

 “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

  1. Mendapatkan kecintaan kepada Allah SWT.

Shalat wajib adalah salah satu bentuk ibadah mahabbah atau ibadah cinta kepada Allah SWT. Dengan shalat wajib, kita menunjukkan rasa syukur dan penghormatan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Dengan shalat wajib, kita juga mengekspresikan rasa cinta dan rindu kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Rasulullah SAW bersabda: yang artinya:

“Barangsiapa yang mencintai untuk bertemu dengan Allah, maka Allah pun mencintainya. Dan barangsiapa yang benci untuk bertemu dengan Allah, maka Allah pun membencinya.” (HR Muslim)

  1. Mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Shalat wajib adalah salah satu cara untuk menjaga diri dari godaan syaitan dan hawa nafsu yang mengajak kepada perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan keji dan mungkar adalah perbuatan yang bertentangan dengan syariat Allah SWT, seperti berzina, mencuri, membunuh, berbohong, dan sebagainya. Dengan shalat wajib, kita akan selalu ingat bahwa Allah SWT selalu melihat dan mendengar apa yang kita lakukan. Hal ini akan membuat kita malu dan takut untuk melakukan dosa dan maksiat .

Keutamaan Sedekah Jariyah

Keutamaan Sedekah Jariyah

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan kepadanya.” (H.R. Muslim).

Ada satu sedekah yang sangat menguntungkan. Namanya adalah sedekah jariyah. Sedekah ini pahalanya akan terus mengalir dan tidak terputus meskipun misalnya orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Menarik sekali bukan?

Misalnya, kita bersedekah Al-Qur’an. Lalu, Al-Qur’an itu dibaca, dipelajari, dan dihafalkan oleh banyak orang. Pahala orang yang menggunakan Al-Qur’an pemberian dari kita akan sampai kepada kita meskipun misalnya kita telah meninggal dunia.

Sedekah jariyah pun bisa disebut juga sebagai wakaf. Wakaf sendiri berasal dari kata “waqf” yang artinya menahan diri. Secara istilah, wakaf berarti memisahkan dan atau menyerahkan harta benda milik seseorang untuk dipergunakan atau dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu untuk kepentingan ibadah atau kesejahteraan sosial.

Keutamaan Sedekah Jariyah (wakaf)

1. Dijauhkan dari siksa kubur

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panasnya siksa kubur bagi pelakunya. Sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung di bawah naungan sedekahnya.” (H.R. Tirmidzi).

2. Pahalanya dilipatgandakan Allah Swt.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjaran) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S. Al-Hadid: 18).

3. Dihapuskannya dosa-dosa

Rasulullah saw. bersabda, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (H.R. Tirmidzi).

4. Menjadi amal kebaikan setelah mati

“Sesungguhnya, amal dan kebaikan yang disertakan kepada seorang mukmin setelah dia mati antara lain adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, amal saleh yang ditinggalkannya, mushaf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikannya untuk ibnu sabil, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dikeluarkan dari hartanya pada saat dia masih hidup dan sehat. Semua itu disertakan kepada orang tersebut setelah dia mati.” (H.R. Ibnu Majah).

Manfaat Saling Tolong Menolong

Manfaat Saling Tolong-Menolong Antar Sesama

  1. Dihormati dan dihargai

Kita akan dihargai dan dihormati oleh orang yang lain. Tetapi jika kita menolong orang lain, tidak boleh mengharapkan imbalan apapun kepada orang yang telah kita tolong. Kita harus ikhlas dalam memberikan bantuan kepada orang lain.

  1. Bersyukur

Dengan membantu orang lain, kita akan merasa lebih mampu dari orang yang membutuhkan, sehingga akan meningkatkan rasa syukur.

  1. Mengurangi stress

Dengan membantu orang lain, kita akan merasa bahagia karena sudah bermanfaat untuk orang lain.

  1. Meningkatkan kepedulian sosial

Ketika kita senang membantu orang lain, maka akan meningkatkan rasa kepedulian dan kepekaan terhadap orang yang membutuhkan bantuan.

  1. Menciptakan persaudaraan dan persatuan

Saling tolong menolong antar sesama dapat menumbuhkan rasa persaudaraan, karena  kita akan merasa saling membutuhkan satu sama lain. Selain itu, tolong-menolong juga dapat menciptakan persatuan, meskipun beda agama, suku dan ras.

  1. Menularkan kebaikan

Sikap saling tolong menolong dapat menumbuhkan kebaikan antar sesama. Dengan tolong-menolong, kita akan merasa saling membutuhkan, sehingga kita sama-sama akan melakukan kebaikan bersama.

Kesimpulan

Umat muslim sangat dianjurkan untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan. Bantuan sekecil apapun yang dapat diberikan kepada orang lain bisa jadi sangat berharga untuk orang tersebut. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa harta saja, tetapi juga bisa berupa tenaga dan pikiran yang sesuai dengan kemampuan. Sebagai umat muslim, sudah seharusnya saling mengingatkan untuk kebaikan, agar sama-sama istiqomah di jalan Allah untuk menggapai syurga-Nya.

Apa itu Sedekah Jariyah

sedekah jariyah adalah jenis amalan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun pelakunya sudah meninggal dunia.

Pahala tersebut bersumber dari manfaat positif serta kebaikan yang dirinya tinggalkan kepada orang banyak selama hidup di dunia.

Contoh Sedekah Jariyah

1. Mendirikan Masjid

Contoh sedekah jariyah yang pertama adalah mendirikan atau membangun masjid. Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam sekaligus “rumah” Allah SWT. Membangun masjid di kala hidup menjadi sebuah amal yang sangat baik dan pahalanya tidak terputus sampai meninggal. Hal ini dikarenakan ketika masjid dibangun, akan banyak warga atau umat Islam yang beribadah dan merasakan manfaat atau kebaikan dari masjid tersebut.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, artinya:

“Barang siapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga,” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Menyebarkan Ilmu yang Bermanfaat

Contoh sedekah jariyah yang selanjutnya adalah menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Ilmu adalah sebuah hal yang berguna untuk kehidupan, baik di dunia maupun akhirat. Arti dari ilmu yang bermanfaat di sini adalah hal-hal seputar edukasi yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.

3. Membangun Rumah untuk Orang yang Membutuhkan

Contoh sedekah jariyah selanjutnya adalah membangun rumah untuk musafir atau orang-orang yang membutuhkan. Selain untuk musafir, membangun panti asuhan juga bisa menjadi sebuah sedekah jariyah. Hal ini tertuang dalam Alquran, yang artinya:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim,” (Q.S. An Nisa 4:36).

4. Selalu Bersedekah saat Sehat

Contoh sedekah jariyah yang selanjutnya adalah mengeluarkan sebagian harta untuk kebaikan, di kala hidup atau sehat. Harta yang disedekahkan tersebut bisa membawa banyak manfaat, misalnya membantu orang-orang yang kelaparan dan lain sebagainya. Dalam Alquran dituliskan bahwa pahala orang bersedekah bisa mencapai 700 kali lipat.

Indahnya Berbagi

Berbagi, salah satu bentuk ibadah yang mendekatkan diri kita kepada Allah dan makhluk ciptaannya.
Berbagi itu indah, karena disamping meningkatkan taqwa dan iman kita. Berbagi juga menumbuhkan rasa cinta kita pada apa saja hal yang ada di sekitar, terkhusus pada Allah dan Rassul-Nya.
Berbagi juga meningkatkan hubungan baik kita pada sang pencipta Allah SWT dan makhluk ciptaan-Nya. Karena kebaikan dalam hal apapun adalah hal yang Allah cintai.
Sesuai dengan hal-hal yang Allah perintahkan di dalam Al-Quran: QS. An-Nisa ayat 36, yang artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”.
Berdasarkan ayat Al-Quran di atas kita diperintahkan untuk selalu berbuat baik pada sesama. Karena kebaikan adalah ibadah yang diperintahkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Kullu Ma’rufin Shadaqah (HR. Bukhari)” yang artinya: “Setiap kebaikan adalah sedekah” (HR. Bukhari).
Hadits tersebut mengajarkan kita untuk selalu melakukan hal yang baik dengan niat yang baik, seperti contohnya adalah bersedekah. Dengan begitu Allah akan memberikan ganjaran pahala, Insyaallah.
Tentunya melakukan hal tersebut harus dibarengi sedekah yang dipenuhi kebaikan, kebermanfaatan untuk sesama, dan didasari hati yang ikhlas saat memberi.
Berbagi dalam hal ini bersedekah tentunya berarti untuk menjalani kehidupan ini, karena kehidupan yang dijalani dengan kebaikan akan memperoleh kebaikan pula.
Oleh karena itu, mulailah untuk selalu berbagi dalam artian bersedekah agar setiap hal yang dilakukan mendapatkan cinta dan perhatian dari Allah.

Keutamaan Saling Berbagi

Saling berbagai memiliki sejumlah keutamaan. Berikut di antaranya.
1. Mengantarkan ke Surga dan Menjauhkan dari Neraka

berbuat baik dengan saling berbagi dapat mengantarkan manusia menuju surga dan menjauhkannya dari neraka. Maka dari itulah, hendaknya melaksanakan perintah Allah SWT untuk saling berbagi, meskipun hanya sedikit.


2. Dicintai Masyarakat Sekitarnya

Saling berbagi dan saling memberi akan menanamkan rasa peduli dan cinta terhadap sesama. Orang yang suka berbagi terhadap orang lain akan dicintai dan disukai oleh masyarakat di sekitarnya.

Sedangkan orang yang bakhil dan kikir tidak akan disukai oleh masyarakat di sekitarnya karena ia lebih mementingkan kebutuhan sendiri dan tidak berjiwa sosial. Maka dari itulah, sifat saling berbagi harus dimiliki oleh setiap manusia dalam hidup bermasyarakat.


3. Bertambahnya Rezeki

Orang yang gemar berbagi akan mendapat jaminan rezeki dari Allah SWT. Hal ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW,

“Tidak ada suatu hari, di mana seorang manusia melewati pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun. Malaikat pertama mengatakan: ‘Ya Allah berilah pengganti kepada orang yang berinfak.’ Malaikat kedua mengatakan: ‘Ya Allah timpakanlah kerusakan kepada orang yang pelit’.” (HR Bukhari dan Muslim).